Penanganan Mental Usai Rehabilitasi Narkoba

  • 2 min read
  • Sep 22, 2021
Penanganan Mental Usai Rehabilitasi Narkoba

Rehabilitasi boleh jadi dapat menangani ketergantungan para pecandu narkoba. Akan tetapi rehabilitasi tak serta merta memberikan jaminan jika ia tak akan mengkosumsi narkoba kembali. Mantan pengguna dianggap sembuh dari kecanduan sesudah menyelesaikan beberapa tahapan rehabilitasi di panti rehabilitasi. Sesudah itu, diperlukan pengawasan dan evaluasi secara periodik supaya mereka senantiasa terhindar dari narkoba.

Taraf keberhasilan jangka panjang rehabilitasi pun mengikuti seberapa parah ketergantungan yang diderita. Lalu juga kemauan para pengguna untuk benar-benar ‘bersih’.  Tentu tak mudah untuk eks pengguna agar selalu ‘bersih’ jika keluarga maupun lingkungan masyarakat tak mensupportnya. Kendati sudah melalui tahapan rehabilitasi yang panjang namun hasrat untuk mengkonsumsi obat terlarang itu dapat timbul lagi, terlebih apabila masalah yang memicu untuk menggunakan narkoba tidak sepenuhnya diatasi.

Kendati rehab narkoba adalah metode yang manjur dalam menangani ketergantungan, kemungkinan kambuh para pengguna sesudahnya masih tetap besar. Itulah kenapa meningkatkan kesehatan mental pasca rehabilitasi adalah langkah yang urgen. Sebab pulihnya pengguna seutuhnya tetap sesuai dengan kemauan yang muncul dari dalam diri mereka sendiri. Apabila pengguna tak memiliki alasan untuk sembuh, boleh jadi tak lama setelah keluar dari panti rehabilitasi pengguna akan kembali menderita overdosis. Sehingga, dibutuhkan tekad kuat dari dalam diri agar dapat “sembuh” seutuhnya dari segala macam bentuk narkoba. Berikut kiat-kiat menjaga kesehatan mental bagi para mantan pengguna narkoba :

Menemukan Kesadaran Diri

Mengawalinya, yaitu menikmati tiap langkah yang dipilih pasca rehabilitasi sehingga para mantan pengguna pun bisa mempertahankan kesembuhannya dalam waktu lama. Jika sesudah rehabilitasi, tindakan yang diambil malah mengakibatkan mantan pengguna makin tertekan dan stres, tentu tak perlu menunggu lama pecandu pasti kembali lagi ke dunia hitamnya dahulu. Terapi adakalanya dibutuhkan, namun segalanya terpulang pada kesadaran diri diimbangi support dari pihak keluarga maupun masyarakat.

Menggunakan Waktu dengan Positif

Berikutnya, tentukan target menantang sekaligus cara-cara untuk mewujudkannya. Kemudian, kerjakan langkah tadi sampai kemudian apa yang menjadi tujuan seluruhnya diwujudkan. Dalam menempuh proses itu maka biasanya akan mulai meningkat rasa percaya diri sehingga selanjutnya bermanfaat saat berinteraksi atau bersosialisasi dengan masyarakat. Intinya, cari hal baru yang menarik untuk dikerjakan dan diwujudkan.

Bersosialisasi Sambil Mengembangkan Hubungan

Kendati tak mudah, bersosialisasi dengan mengembangkan hubungan dengan orang lain harus dimulai. Berkat interaksi maka tercipta hubungan baik yang secara tak langsung akan meredakan rasa cemas dan depresi. Itu lantaran keberadaan diri mantan pengguna sudah benar-benar diterima masyarakat dengan tidak memandang latar belakang pribadi. Selanjutnya, bersosialisasi pun akan menciptakan kebahagiaan.

Belajar Makna Hidup

Keseharian yang selalu merasa bahagia akan menjadikan diri makin bersemangat, dengan begitu proses penyembuhan pun jadi lebih mengena. Pengalaman merupakan mentor terbaik, bila tak diperoleh dari diri sendiri, paling tidak bisa mengamati pengalaman orang lain. Sehingga diri akan merasa lebih positif ketika berusaha memahami makna kehidupan.

Andil dan support keluarga serta orang terdekat cukup bermakna dalam menghindarkan para pengguna kembali terpengaruh narkoba. Jadi, kapan saja kita menjumpai saudara atau teman dengan kondisi kecanduan, segera hubungi tempat rehabilitasi narkoba setempat.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, coba hubungi Ashefa Griya Pusaka sebagai salah satu lembaga layanan rehabilitasi narkoba yang dikelola swasta. Biaya rehabilitasi narkoba di Ashefa Griya Pusaka secara umum masih cukup terjangkau. Fasilitas yang diberikan pun sudah memenuhi standar nasional program rehabilitasi para pengguna narkoba.