Apa itu Jantung? Fungsi, Bagian, dan Faktanya

  • 3 min read
  • Dec 19, 2020
Apa itu Jantung Fungsi, Bagian, dan Faktanya

Apa itu Jantung? Jantung adalah organ vital yang merupakan pusat otot pemompa darah ke seluruh bagian tubuh Anda. Darah yang dipompa oleh jantung Anda memberi tubuh Anda oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi. Jantung Anda seukuran kepalan tangan, dan beratnya antara 300 dan 450 g. Pada artikel ini kami akan menginformasikan lebih lanjut tentang jantung yang perlu Anda ketahui.

Fungsi dan Tempat Jantung

Tugas jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung terletak di antara dua paru-paru. Letaknya di kiri tengah dada.

Struktur Hati

Jantung adalah otot seukuran kepalan tangan, dan kira-kira berbentuk kerucut. Panjangnya sekitar 12cm, dengan lebar 9cm dan tebal sekitar 6cm. Perikardium adalah selubung fibrosa yang membungkus seluruh jantung. Ini menahan jantung di tempatnya tetapi memungkinkannya bergerak saat ia berdetak. Dinding jantung itu sendiri terdiri dari jenis otot khusus yang disebut otot jantung.

Bagian Jantung

Jantung memiliki dua sisi, sisi kanan dan sisi kiri dengan empat bilik. Sisi kiri dan kanan masing-masing memiliki dua ruang, ruang atas dan ruang bawah. Dua ruang atas dikenal sebagai atrium kiri dan kanan (tunggal: atrium). Atrium menerima darah dari berbagai sumber. Atrium kiri menerima darah dari paru-paru dan atrium kanan menerima darah dari seluruh tubuh. Dua ruang bawah dikenal sebagai ventrikel kiri dan kanan. Ventrikel memompa darah ke berbagai bagian tubuh. Ventrikel kanan bertugas mengalirkan darah ke paru-paru sedangkan ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh. Ventrikel memiliki dinding yang jauh lebih tebal daripada atrium yang memungkinkan mereka melakukan lebih banyak pekerjaan dengan memompa keluar darah ke seluruh tubuh.

Pembuluh Darah

Pembuluh darah adalah tabung yang membawa darah. Vena adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah dari tubuh kembali ke jantung. Arteri adalah pembuluh darah yang mendorong darah dari jantung ke tubuh. Ada juga pembuluh darah mikroskopis yang menghubungkan arteri dan vena bersama-sama yang disebut kapiler. Ada beberapa pembuluh darah utama yang terhubung ke berbagai bilik jantung. Aorta adalah arteri terbesar di tubuh kita. Ventrikel kiri memompa darah ke aorta yang kemudian membawanya ke seluruh tubuh melalui arteri yang lebih kecil. Batang paru adalah arteri besar tempat ventrikel kanan memompa masuk. Ini terbagi menjadi arteri pulmonalis yang membawa darah ke paru-paru. Vena pulmonalis bertugas mengalirkan darah dari paru-paru ke atrium kiri. Semua vena lain di tubuh kita mengalir ke vena cava inferior (IVC) atau vena cava superior (SVC). Kedua vena besar ini kemudian membawa darah dari seluruh tubuh ke atrium kanan.

Katup

Katup adalah lipatan jaringan berserat yang ditemukan di antara ruang jantung dan di pembuluh darah. Mereka seperti gerbang yang mencegah darah mengalir ke arah yang salah. Mereka ditemukan di sejumlah tempat. Katup antara atrium dan ventrikel dikenal sebagai katup atrioventrikular kanan dan kiri, atau masing-masing dikenal sebagai katup trikuspid dan mitral. Katup antara ventrikel dan arteri besar dikenal sebagai katup semilunar. Katup aorta ditemukan di dasar aorta, sedangkan katup pulmonal ditemukan di dasar batang paru. Ada juga banyak katup yang ditemukan di pembuluh darah vena di seluruh tubuh. Namun, tidak ada katup yang ditemukan di salah satu arteri lain selain aorta dan batang paru.

Fakta Tentang Kesehatan Jantung Manusia

  1. Detak jantung kita melambat karena waktu antara detak jantung meningkat seiring bertambahnya usia. Inilah salah satu alasan utama mengapa jantung tidak dapat memompa lebih banyak darah selama olahraga ketika kita menjadi tua.
  2. Jumlah darah yang dipompa jantung setiap menit dapat berubah seiring bertambahnya usia. Perlahan sedikit menurun pada wanita yang lebih tua. Namun, hal itu tidak berubah pada pria lansia sehat yang tidak memiliki penyakit jantung. Alasan perbedaan antara jenis kelamin tidak sepenuhnya dipahami.
  3. Seiring bertambahnya usia, tekanan darah kita semakin menurun saat berdiri dari posisi duduk dibandingkan saat kita lebih muda. Fenomena ini dikenal sebagai hipotensi postural. Ini menjelaskan mengapa orang lanjut usia lebih cenderung merasa pusing atau jatuh saat mereka berdiri dengan cepat dari posisi istirahat.