Bank BRI merupakan salah satu Bank BUMN Indonesia yang memberikan berbagai program menarik bagi para nasabahnya. Salah satu program menarik yang ditawarkan oleh Bank BRI adalah Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang dapat membantu Anda yang bercita-cita ingin memiliki rumah idaman sendiri. Untuk dapat melakukan estimasi besaran cicilan yang tepat, sebaiknya baca penjelasan simulasi kredit KPR BRI.

Pengajuan KPR Bank BRI bisa dilakukan dari mana saja di cabang Bank BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang terpenting adalah Anda telah menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengajuannya. Secara umum, tersedia dua pilihan KPR Bank BRI yang dapat Anda pilih sesuai kondisi dan kebutuhan yakni KPR Bank BRI Bersubsidi dan KPR Bank BRI Non Subsidi.

Simulasi Kredit KPR BRI untuk Gambaran Cicilan Bulanan Anda

Anda mungkin masih cukup awam mengenai jumlah cicilan bulanan yang harus Anda sisihkan demi mendapatkan rumah impian masa depan. Untuk itu pada artikel ini akan membantu memberikan gambaran dari simulasi KPR Bank BRI.

  1. Kondisi Pinjaman

Sebagai contoh, Anda mungkin ingin mengajukan kredit KPR untuk jenis properti berupa rumah dengan luas bangunan sebesar lebih dari 70 meter persegi. Harga bangunan rumah ini adalah Rp 125 jutaan dan Anda mengambil masa tenor kredit selama 10 tahun. Bank BRI mensyaratkan bahwa untuk pembayaran uang muka KPR Bank BRI harus minimal 10% dari harga properti yang dibeli.

  1. Kondisi Bunga Pinjaman

Untuk jenis KPR Bank BRI Non Subsidi, maka pihak Bank BRI menerapkan bahwa suku bunga untuk 1 tahun pertama adalah fixed 9,75% sementara untuk 2 tahun berikutnya adalah fixed dengan besaran bunga 10,25%. Dengan kondisi di atas, apabila pemohon membayar uang muka sebesar Rp 25 juta, maka sisa cicilan yang harus dibayar oleh pemohon selama masa tenor 10 tahun adalah Rp 100 juta.

  1. Cicilan Setiap Bulan

Dengan kondisi di atas, maka akan ada perbedaan antara cicilan di bulan pertama, cicilan di tahun kedua dan ketiga hingga cicilan di tahun seterusnya. Dalam hal ini kita misalkan Anda harus membayar cicilan setiap bulan untuk tahun pertama maka besaran cicilan tersebut adalah Rp 1,3 jutaan dalam 12 bulan. Besaran ini diperoleh dari nilai suku bunga 9,75% dengan sisa kredit yang harus dibayar sebesar Rp 100 juta.

  1. Biaya Lain yang Diterapkan

Selain biaya cicilan pokok dan bunga yang harus Anda bayar secara rutin setiap bulan, Bank BRI juga menerapkan biaya-biaya lainnya terkait permohonan KPR Bank BRI Anda. Biaya lain misalnya adalah biaya provisi dengan perhitungan 1% dari nilai kredit yang disetujui oleh pihak Bank BRI. Biaya selanjutnya adalah biaya administrasi dengan besaran 0,1% dari total pinjaman yang disetujui oleh pihak Bank.

Biaya administrasi ini sebesar minimal Rp 250.000. Apabila Anda melakukan pelunasan lebih cepat dari yang seharusnya, maka akan diterapkan biaya khusus untuk pelunasan yang dipercepat. Biaya keterlambatan pembayaran juga diterapkan dengan syarat dan ketentuan khusus. Biaya lain termasuk biaya asuransi akan disesuaikan dengan ketentuan rekanan developer properti yang bekerjasama dengan Bank BRI.

Dengan melakukan simulasi kredit KPR BRI, Anda akan memperoleh gambaran yang lebih real mengenai besaran kredit yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Hal ini penting untuk memperkirakan berapakah jumlah cicilan yang harus dibayar dan berapa sisa uang yang bisa digunakan setiap bulannya.